Rem Sepeda Bunyi Mencicit? Ini Solusi Tuntas & Ampuh!
Gear & Aksesoris brake pad kotor, cara mengatasi rem cakram bunyi, membersihkan rotor sepeda, perawatan sepeda, rem sepeda bunyi, tips sepeda mtb.Mengatasi Rem Cakram (Disc Brake) Bunyi Mencicit: Penyebab dan Solusinya

steadystatecycles – Bayangkan Anda sedang menikmati udara pagi yang segar, mengayuh sepeda melintasi jalanan kota yang masih lengang, atau mungkin sedang menaklukkan turunan bukit yang memacu adrenalin. Semuanya terasa sempurna, angin menerpa wajah, dan ritme kaki Anda stabil. Namun, momen kedamaian itu seketika hancur berkeping-keping saat Anda menarik tuas rem. Bukan desis halus yang terdengar, melainkan suara jeritan tinggi—ciiiitttt!—yang memekakkan telinga.
Suara rem sepeda bunyi yang melengking itu tidak hanya merusak suasana hati, tetapi juga sering kali menjadi sumber rasa malu. Rasanya seluruh mata pejalan kaki dan pesepeda lain langsung tertuju pada Anda, seolah-olah Anda sedang menyiksa sepeda Anda sendiri. Belum lagi kekhawatiran soal keselamatan; apakah rem yang berisik ini masih pakem? Atau ini tanda bahaya bahwa ada komponen yang gagal berfungsi?
Fenomena rem cakram (disc brake) yang “bernyanyi” ini adalah keluhan paling umum di kalangan pesepeda, baik pemula maupun profesional. Kabar baiknya, ini bukan kutukan abadi. Seringkali, masalahnya terletak pada hal-hal sepele seperti brake pad kotor atau residu minyak yang tak kasat mata. Sebelum Anda buru-buru ke bengkel dan merogoh kocek dalam-dalam, mari kita bedah penyebabnya dan lakukan operasi penyelamatan mandiri.
Anatomi Jeritan: Kenapa Rem Bisa “Bernyanyi”?
Sebenarnya, apa yang terjadi saat rem sepeda Anda menjerit? Secara fisika, suara itu adalah hasil dari resonansi getaran. Ketika kampas rem (brake pad) menjepit piringan cakram (rotor), terjadi gesekan. Idealnya, gesekan ini mulus dan senyap. Namun, jika ada ketidaksempurnaan permukaan atau kontaminasi, proses penjepitan itu menyebabkan getaran mikro yang sangat cepat.
Getaran ini kemudian merambat ke kaliper, lalu ke rangka sepeda (frame), dan akhirnya diamplifikasi menjadi suara denging atau cicitan yang kita benci. Jadi, ketika Anda mendengar rem sepeda bunyi, Anda sebenarnya sedang mendengar “musik” dari getaran sepeda Anda sendiri.
Faktor pemicunya bermacam-macam, mulai dari kelembapan udara, jenis material kampas rem (metalik vs resin), hingga yang paling sering: kotoran. Memahami bahwa ini adalah masalah fisika sederhana—bukan kerusakan katastropik—adalah langkah pertama untuk memperbaikinya dengan tenang.
Musuh Utama: Minyak dan Kontaminasi Tak Kasat Mata
Pernahkah Anda menyemprotkan pelumas rantai (chain lube) jenis aerosol lalu sedikit percikannya terbawa angin ke arah rem belakang? Atau mungkin jari tangan Anda yang berminyak tidak sengaja menyentuh piringan cakram saat memompa ban?
Minyak adalah musuh bebuyutan sistem pengereman. Brake pad kotor karena kontaminasi minyak—sekecil apapun—akan kehilangan daya cengkeramnya. Minyak meresap ke dalam pori-pori kampas rem seperti air ke dalam spons. Akibatnya, alih-alih mencengkeram rotor untuk menghentikan putaran roda, kampas rem malah “tergelincir” dan melompat-lompat di atas permukaan rotor, menciptakan getaran hebat yang berujung pada suara mencicit.
Selain minyak, residu sabun cuci motor/sepeda yang mengandung lilin (wax) juga sering menjadi biang kerok. Banyak orang mencuci sepeda agar bersih, tapi justru membuat rem menjadi licin dan berisik karena menggunakan sabun yang salah.
Seni Membersihkan Rotor Sepeda: Jangan Asal Semprot
Langkah pertama perbaikan adalah sterilisasi area piringan cakram. Namun, hati-hati, membersihkan rotor sepeda tidak bisa menggunakan sembarang cairan. Jangan gunakan bensin, solar, atau degreaser dapur sembarangan yang meninggalkan residu licin.
Cairan terbaik dan termurah adalah Isopropil Alkohol (Isopropyl Alcohol/IPA) dengan kadar di atas 90%. Cairan ini ampuh mengangkat minyak dan menguap tanpa meninggalkan jejak.
-
Lepaskan roda dari sepeda.
-
Tuangkan alkohol ke kain lap bersih (kain microfiber atau tisu dapur yang kuat).
-
Lap kedua sisi rotor dengan tekanan kuat. Anda akan kaget melihat betapa hitamnya kotoran yang terangkat dari rotor yang sekilas terlihat bersih.
-
Hindari menyentuh permukaan rotor yang sudah dibersihkan dengan tangan telanjang, karena minyak alami kulit Anda bisa kembali mengotorinya.
Jika Anda memiliki budget lebih, cairan khusus Brake Cleaner otomotif juga sangat efektif, namun pastikan aman untuk cat sepeda dan karet seal kaliper Anda.
“Glazing” pada Kampas Rem: Saat Kampas Menjadi Kaca
Jika rotor sudah bersih tapi suara masih ada, tersangka berikutnya adalah kampas rem itu sendiri. Coba lepas kampas rem dari kaliper dan perhatikan permukaannya. Apakah terlihat mengkilap seperti kaca atau keramik yang dipoles?
Kondisi ini disebut glazing (mengkilap). Ini terjadi ketika brake pad kotor atau mengalami panas berlebih (overheat), sehingga permukaannya mengeras dan licin. Kampas yang glazed tidak memiliki gesekan yang cukup untuk menghentikan rotor dengan senyap.
Solusinya cukup primitif namun efektif: ampelas.
-
Ambil ampelas halus (grit 400-600).
-
Letakkan ampelas di permukaan datar (seperti meja atau lantai keramik).
-
Gosokkan permukaan kampas rem di atas ampelas dengan gerakan memutar sampai lapisan mengkilapnya hilang dan permukaan kembali terlihat kusam serta kasar.
-
Bersihkan sisa debu kampas dengan alkohol sebelum dipasang kembali.
Teknik ini membuka kembali pori-pori kampas rem yang tertutup, mengembalikan performa pengereman seperti baru.
Ritual “Bedding-In”: Langkah Krusial yang Sering Dilupakan
Seringkali pesepeda mengganti kampas rem baru, lalu langsung membawanya ngebut di turunan terjal, dan kaget ketika remnya langsung berbunyi dan tidak pakem. Kenapa? Karena mereka melewatkan proses bedding-in atau inreyen rem.
Kampas rem dan rotor baru memiliki permukaan mikroskopis yang tidak rata. Proses bedding-in bertujuan untuk mentransfer sedikit material kampas ke permukaan rotor secara merata, menciptakan koefisien gesek yang sempurna.
Cara melakukannya:
-
Carilah jalanan datar yang sepi dan aman.
-
Gowes sepeda hingga kecepatan sedang (sekitar 20-25 km/jam).
-
Tarik rem secara perlahan dan tegas, tapi jangan sampai roda terkunci atau berhenti total. Kurangi kecepatan hingga hampir berhenti (kecepatan jalan kaki).
-
Lepas rem dan gowes lagi untuk mendinginkan rotor.
-
Ulangi proses ini sebanyak 10 hingga 20 kali untuk masing-masing rem (depan dan belakang).
Jika Anda melewatkan langkah ini dan langsung melakukan pengereman keras (panic braking) dengan kampas baru, risiko glazing akan sangat tinggi, dan rem sepeda bunyi akan kembali menghantui Anda.
Masalah Penjajaran: Ketika Kaliper “Miring” Sedikit Saja
Bayangkan Anda mencoba bertepuk tangan, tetapi kedua telapak tangan Anda tidak bertemu secara sejajar, melainkan miring. Suaranya pasti tidak nyaring, bukan? Begitu juga dengan rem cakram.
Jika posisi kaliper rem tidak sejajar sempurna dengan rotor, maka kampas rem akan menyentuh rotor dengan sudut miring. Ini menyebabkan getaran yang tidak perlu. Biasanya ditandai dengan suara zing-zing-zing berirama saat roda berputar, yang berubah menjadi cicitan saat direm.
Cara mengeceknya mudah: intip celah antara kampas rem dan rotor dengan latar belakang terang (kertas putih atau cahaya lampu). Celah di sisi kiri dan kanan harus seimbang. Jika miring, kendurkan sedikit baut kaliper, tarik tuas rem agar kaliper menempatkan dirinya secara otomatis di tengah (centering), lalu kencangkan kembali baut sambil tetap menahan tuas rem.
Kapan Saatnya Menyerah dan Ganti Baru?
Meskipun kita bisa berusaha membersihkan rotor sepeda dan mengampelas kampas, ada titik di mana komponen tersebut sudah tidak bisa diselamatkan.
Jika brake pad kotor karena terendam minyak rem (misalnya karena kebocoran piston kaliper), seringkali membersihkannya adalah usaha sia-sia. Minyak rem meresap sangat dalam hingga ke perekat kampas. Jika dibakar atau diamplas pun, minyak dari lapisan dalam akan keluar lagi saat rem panas. Dalam kasus kontaminasi berat seperti ini, mengganti kampas rem dengan yang baru adalah satu-satunya solusi yang aman dan waras.
Perhatikan juga ketebalan kampas dan rotor. Kampas rem yang sudah tipis (kurang dari 1mm material pengereman) atau pegas pengembali (return spring) yang sudah lemah bisa menyebabkan komponen besi beradu dengan besi rotor, menghasilkan suara gerinda yang mengerikan dan merusak rotor secara permanen.
Suara mencicit pada sepeda bukanlah fitur tambahan untuk menggantikan bel, melainkan sinyal “Minta Tolong” dari sistem pengereman Anda. Mengatasi rem sepeda bunyi seringkali hanya membutuhkan ketelatenan dalam menjaga kebersihan komponen dari minyak dan debu. Dengan rutin melakukan perawatan sederhana seperti mengelap rotor dengan alkohol dan memastikan kampas rem tidak mengalami glazing, Anda tidak hanya mengembalikan keheningan yang menenangkan saat bersepeda, tetapi juga memastikan keselamatan diri sendiri di jalan raya.
Jadi, sebelum gowes akhir pekan ini, coba intip kondisi rem Anda. Apakah sudah bersih, atau diam-diam menyimpan residu minyak? Sedikit perhatian pada detail kecil ini akan membuat perbedaan besar antara perjalanan yang menyenangkan dan perjalanan yang memalukan. Selamat mencoba dan salam gowes!